Kota Terdingin di Dunia dengan Suhu Jatuh hingga -64 Derajat Celcius

Yakutsk, yang terletak di Rusia, adalah kota terdingin di dunia dengan populasi besar. Meskipun terletak jauh dari Kutub Utara dan Antartika, suhu di kota ini dapat mencapai tingkat ekstrem yang mengagumkan, menghadirkan tantangan sehari-hari bagi penduduknya.

Kota ini terkenal akan iklimnya yang keras, terutama pada bulan-bulan musim dingin. Suhu terendah yang pernah tercatat di sini adalah -64,4°C pada Februari 1891, dan pada Januari 2025, diperkirakan rata-rata suhu terendah bisa mencapai -42°C.

Kondisi atmosfer yang sangat dingin ini dapat memiliki dampak besar pada kehidupan sehari-hari, termasuk cara penduduk beradaptasi dengan cuaca yang ekstrim. Meskipun ekstrem, musim panas di Yakutsk bisa mengubah pandangan tersebut, dengan suhu bisa mencapai 26°C pada bulan Juli, lebih hangat dibandingkan beberapa kota besar lainnya.

Pahami Karakteristik Unik Yakutsk sebagai Kota Terbuka

Salah satu hal menarik tentang Yakutsk adalah fenomena cuaca yang berbeda antara musim dingin dan musim panas. Di musim dingin, suhu dapat turun dengan drastis, sedangkan pada musim panas, kota ini menawarkan cuaca yang jauh lebih hangat. Kontras suhu ini menarik perhatian banyak peneliti dan wisatawan.

Dari sudut pandang kuliner, penduduk Yakutsk mengembangkan hidangan lokal yang khas untuk menghadapi suhu dingin. Makanan penghangat tubuh menjadi pilihan utama untuk menjaga energi dan kesehatan.

Selain kuliner, kota ini ditandai oleh keunikan arsitekturnya. Bangunan di Yakutsk dirancang untuk menahan dingin ekstrem, menarik perhatian arsitek dan pengunjung yang ingin melihat cara beradaptasi masyarakat setempat terhadap iklim. Dengan demikian, Yakutsk menjadi simbol ketahanan manusia dalam menghadapi tantangan alam.

Mengapa Suhu di Yakutsk Sangat Dingin?

Faktor geografis menjadi salah satu alasan utama mengapa Yakutsk menjadi kota terdingin. Terletak jauh di dalam daratan Rusia, kota ini tidak mendapat pengaruh moderasi suhu dari laut, menjadikannya rentan terhadap suhu ekstrem.

Sistem tekanan tinggi yang terjadi selama musim dingin di Siberia, dikenal sebagai Siberian High, membawa udara dingin yang terperangkap dalam kota ini. Hal ini menyebabkan periode dingin yang berkepanjangan.

Kurangnya sinar matahari selama musim dingin juga berkontribusi terhadap suhu rendah yang dialami Yakutsk. Penduduknya hanya mendapatkan kurang dari empat jam cahaya matahari setiap hari, menciptakan kondisi yang semakin dingin.

Perilaku Penduduk dalam Menghadapi Suhu Dingin

Kehidupan sehari-hari penduduk Yakutsk sangat dipengaruhi oleh cuaca dingin. Banyak kendaraan yang diparkir di luar rumah harus terus menyala agar mesin tidak membeku, memerlukan adaptasi yang ekstra. Jika kendaraan dimatikan, ada kemungkinan mesin menjadi tidak dapat berfungsi.

Pekerjaan di luar ruangan juga dipengaruhi oleh suhu, sehingga banyak orang harus mencari cara untuk tetap hangat melalui pakaian berlapis. Penduduk setempat sering berbagi tips tentang cara beradaptasi dengan cuaca agar tetap sehat dan produktif.

Ekonomi kota ini sebagian besar bergantung pada industri berlian, dengan perusahaan besar Alrosa sebagai penggerak utama. Oleh karena itu, banyak penduduk terlibat dalam sektor ini, meskipun tantangan suhu ekstrem tetap menjadi bagian besar dari kehidupan mereka.

Related posts